Cerita Tentang Josh

Cerita Tentang Josh

Malaysia

Terkadang kita harus percaya untuk bisa memahami

Saya dibesarkan di dalam keluarga Kristen dan selama tahun-tahun tumbuh kembang saya sebagai seorang anak hingga masa remaja saya dengan teratur menghadiri gereja setiap minggunya dengan keluarga saya. Saya tidak pernah menikmati pergi ke gereja karena rasanya seperti sebuah tugas dan meskipun saya menikmati pelajaran saya sebagai seorang anak, ketika saya bertambah dewasa, saya mulai sering merasa terputus dan merasa bahwa tempat saya bukan disini. Saya selayaknya seorang ‘Kristen Mingguan’. Kami selalu diajarkan untuk melakukan hal-hal dengan satu cara dan saya mendapati diri saya selalu di arah yang berlawanan. Selalu ada perasaan bersalah yang menggantung di pundak saya, bahwa saya tidak akan pernah cukup baik. Kemudian saya mengambil jalan pintas dan berhenti datang ke gereja di pertengahan masa remaja saya.

Dan selama sepuluh tahun berikutnya pemberontakan saya lakukan dengan luar biasa dalam hidup saya dan di dorong oleh semangat muda saya. Saya seperti berlari marathon, tapi tanpa arti dan tujuan, dan dengan segera saya menemukan diri saya terhilang dan sendirian. Saat itu saya sudah pernah mendengar tentang Alpha, tapi tidak pernah menghiraukannya. Hanya karena sebuah kebetulan, saya mendapati diri saya menghadiri salah satu sesi.

Pada awalnya saya tidak ingin berbagi beban dan kekhawatiran saya kepada sekelompok orang asing karena saya merasa bahwa mereka tidak akan mengerti saya. Tapi saya salah. Saya mulai menyadari bahwa semakin sering kami bertemu di Alpha dan berbicara satu satu sama lain, semakin kita bisa berhubungan satu sama lain dan perlahan-lahan saya bisa terbuka dan berbagi semua kehidupan saya dengan mereka.

Melalui Alpha saya menyadari bahwa di masa lalu, saya hanya membaca tapi tidak pernah memahami. Saya mendengarkan tetapi tidak pernah memperhatikan. Saya terlalu banyak berpikir dengan pikiran saya sendiri, ketika saya seharusnya melakukannya dengan hati saya.

Saya memilih untuk melarikan diri. Namun, Tuhan terus mengejar saya.

Dan menjadi begitu jelas bahwa saya tidak sendirian dalam perjalanan ini, dan dimana saya pernah terhilang, sekarang saya adalah peta dan sebuah tujuan. Kelompok Alpha yang bermula sebagai orang asing, sekarang saya bangga menyebutnya keluarga. Kesempatan yang membuat saya menghadiri acara Alpha untuk pertama kali merupakan pengingat bahwa segala sesuatunya terjadi dalam waktu-Nya Tuhan.

Saya mungkin tidak sempurna, tetapi Yesus berpikir, Aku mati untuknya.

Sudah hampir dua tahun sejak saya menemukanTuhan kembali dan membuka hati saya kepada-Nya, dan sejak saat itu, ini telah menjadi perjalanan yang menakjubkan dari pertumbuhan dan menemukan diri sendiri. Saya melanjutkan perjalanan ini berjalan menuju Dia, saya berdoa agar Tuhan akan memakai saya di berbagai kesempatan dan pertemuan-pertemuan supaya orang lain menemukan Dia untuk diri mereka juga.

Find an Alpha near you

Try Alpha

Find out more about Alpha

Learn more

Related