Dari Menengah Hingga Menjadi Besar

Dari Menengah Hingga Menjadi Besar

Mark Ong

Saya teguh percaya bahwa mengenal Kristus akan mengubah kehidupan kita

Saya dulu menjadi sarana media, mengundang roh untuk merasuki saya. Saya memiliki tempramen yang sangat buruk, sangat tidak hati-hati dan melakukan hal-hal tanpa berpikir panjang. Perkelahian adalah solusi saya. Sikap saya adalah untuk menghajar orang terlebih dahulu. Kemudian membiarkan penjelasan belakangan. Beberapa dari mereka yang telah saya lawan berujung di rumah sakit. Berbicara bahasa kotor dulu sangat biasa bagi saya.

Saya dulu juga membenci orang Kristen. Saya menjuluki mereka sebagai "kelompok pemakan kentang" - orang-orang yang berbahasa inggris, bahasa yang saya tidak terlalu kuasai. Saya kaitkan mereka dengan orang-orang kaya dan angkuh dan yang tinggal di rumah yang mewah sedangkan saya tinggal di ruko. Saya juga berpikir bahwa orang Kristen berdoa kepada tongkat - salib. Saya tidak menemukan makna di dalamnya.

Ibu saya mengatakan kepada saya bahwa saya dulu pergi ke sekolah minggu bukan untuk pengajarannya tetapi untuk mendapatkan biskuit gratis dan minum milo yang mereka sajikan. Melihat kembali, orang-orang di sekolah minggu yang sangat sabar dengan kami karena kami sangat nakal, secara terus menerus mengambil makanan mereka lalu menghilang.

Saya memiliki banyak teman yang hanya menyelesaikan sekolahnya di tingkat menengah atau di bawahnya. Saya bergaul dengan para preman, orang-orang seperti saya, yang sering menimbulkan masalah. Bagaimanapun, suatu hari saya melihat perubahan di dalam diri salah satu teman saya. Dia adalah seorang Kristen. Dia menyarankan agar saya membawa anak-anak saya ke acara yang namanya Super Power Kids (Anak-anak Super) di Gereja St James' pada hari minggu. Dia katakan, "Coba lihat saja dulu, jika kamu tidak menyukainya kamu tidak harus lagi membawa anak-anakmu kesana." Melihat bagaimana dia telah berubah menjadi orang yang lebih baik dan dia juga teman lama saya, saya mempercayai dia dan saya putuskan untuk bicara kepada istri saya. Dia setuju bahwa kami harus mencobanya.

Jadi kami membawa mereka satu minggu dan saya terkejut, mereka ingin terus kembali minggu depannya. Kami terus mengirim mereka ke sekolah minggu tapi istri saya dan saya tidak  bergabung dengan ibadah gereja seperti halnya yang dilakukan orang tua lain. Malah kami pergi berbelanja.

Suatu hari di tahun 2006, Guan Seng, salah satu sukarelawan di Gereja, saat membukakan pintu bagi saya, dia menanyakan saya berasal dari gereja mana?. Saya tertawa dan menjawab, "Mungkin lebih baik anda bertanya ke kuil yang mana saya sering pergi?." Dia menyarankan agar saya menghadiri Alpha dan memberikan saya selebaran. Saya bertanya kepada teman-teman saya apa itu Alpha. Salah satu dari mereka mengatakan kepada saya itu adalah jalan pintas untuk mengenal Yesus.

Saya selalu berpikir saya harus membaca seluruh Alkitab untuk mengetahui tentang Yesus. "Sekarang, ada jalan pintas. Itu akan menjadi cukup menarik. Mungkin saya bisa mencobanya! Pikir saya. Saya mulai menghadiri Alpha di rumah Guan Seng. Setelah setiap sesi, ada hal-hal yang tidak saya mengerti. Saya sungguh diberkati memiliki istri saya; dia memiliki gelar universitas sedangkan saya berhenti sekolah di tahun kedua saya. Istri saya yang pandai akan membantu saya menjelaskan kepada saya di perjalanan pulang dan saya akan lanjutkan untuk meninjau ulang dan menulis ulang pikiran saya di buku hijau, buku panduan tamu Alpha. Setiap minggu, Guan Seng menolong saya untuk menjawab beberapa pertanyaan saya dan kemudian saya akan kembali kepada istri saya agar dia menjawab beberapa pertanyaan saya.

Saya senang dengan Alpha karena tidak mengintimidasi, tidak seorangpun akan memaksa anda untuk hadir disana setiap minggu. Tapi Tuhan selalu membuat minggu-minggu saya berjalan mulus jadi saya bersedia untuk menghadiri setiap sesi setiap minggunya. Meskipun saya meninggalkan perkerjaan saya lebih awal di hari selasa, tidak akan ada masalah yang muncul di tempat kerja karena tidak adanya saya. Lalu lintas di jalan-jalan akan selalu baik tidak seperti hari-hari lainnya dimana ada kemacetan lalu lintas yang mengerikan. Kebanyakan dari semua, saya bisa minta apapun yang saya inginkan. Saya ingat Paman Tony, salah satu peserta, mengatakan "biarkan saya melihat Yesus maka saya akan percaya" dan tidak ada yang tersinggung. Dapat "bertanya apa saja" adalah sorotan yang utama untuk orang-orang yang belum percaya seperti kita. 

Setelah pertemuan, saya belum mengambil keputusan untuk menerima Yesus. Suatu hari saya bermimpi. Ada seseorang berdiri di depan mengetok pintu. Saya kaitkan orang itu kepada Yesus, berdiri dan mengetuk pintu agar saya membuka hati kepada-Nya. Anehnya, keseluruhan hari saya dipenuhi dengan lebih banyak 'mengetuk'. Saya melihat iklan di bis dengan tangan. Ketika saya tiba di kantor, saya melihat tanda di pintu - 'ketuk pintu sebelum anda masuk'. Kemudian ketika saya pergi ke tempat perakitan kapal, terdapat tanda di bagian depan pintu kantor, 'ketuk pintu sebelum anda masuk'. Tanda-tanda ini tidak pernah ada sebelumnya!

Tuhan sangat mengerti saya. Dia mengetahui bahwa bahasa Inggris bukanlah bahasa yang terbaik bagi saya dan Dia berbicara kepada saya dengan salah satu ayat yang saya bisa mengerti dengan mudah. Saya ingat ayat Matius 7:7-8 - "Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah maka engkau akan mendapatkan; ketoklah maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta menerima; dan setiap orang mencari mendapat; dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan."

Mimpi dan insiden ini tidak terlihat seperti kebetulan. Saya merasa seperti Tuhan memang berbicara kepada saya.

Saya memutuskan untuk membuka pintu itu. Bersama istri saya dan anak-anak saya, kami mengambil langkah selanjutnya untuk menerima Kristus dalam hati kami. Saya memberitahukan Guang Seng kami siap untuk mendaftar untuk kelas baptisan.

Dulu, saya tidak senang berdoa dan saya tidak tahu bagaimana cara berdoa. Saya telah belajar bahwa ketika anda berusaha untuk menyempatkan waktu berdiam dengan Tuhan. Dia menjawab. Doa itu berkuasa. Dulu, jika saya membenci seseorang maka saya akan membenci dia seumur hidup saya. Sekarang saya berdoa untuk orang yang saya benci dan Tuhan mengubah hati saya. Saya menjadi orang yang lebih baik sekarang. Saya tidak mudah marah atau melontarkan ucapan-ucapan yang kotor kepada orang-orang. Teman-teman preman saya tidak memahami perubahan saya ini dan beberapa dari mereka memutuskan untuk meninggalkan saya. Teman baik saya mulai melihat perubahan dalam diri saya dan dia bertanya bagaimana saya menjadi seorang Kristen. Pada akhirnya salah satu teman saya yang dulunya pernah menjadi sarana media roh mengambil langkah untuk menjadi seorang Kristen. Setelah kelas baptisan selesai saya mulai untuk membantu pelayanan Alpha di penjara. Saya melihat banyak orang yang ingin berubah.

Saya berharap saya mengenal Kristus lebih awal. Saya telah melukai banyak orang - Saya dulu pernah menendang kepala orang seperti bola. Itu sangat kejam. Jika saya menjadi seorang Kristen lebih awal saya tidak akan menjadi orang sejahat itu. Sekarang, saya bersedia membagikan kesaksian saya agar orang-orang mengerti betapa indahnya bagi mereka bila mengenal Kristus. Dengan teguh saya percaya bahwa mengenal Kristus akan mengubah hidup kita.

Mark Ong bersedia membagikan kesaksiannya sehingga orang dapat memahami betapa indahnya bila mengenal Kristus. Dia dengan teguh percaya bahwa mengenal Kristus akan mengubah kehidupan kita.

Mark Ong bersedia membagikan kesaksiannya sehingga orang dapat memahami betapa indahnya bila mengenal Kristus. Dia dengan teguh percaya bahwa mengenal Kristus akan mengubah kehidupan kita.

Find an Alpha near you

Try Alpha

Find out more about Alpha

Learn more

Related