Arsitektur Pertanyaan

Arsitektur Pertanyaan

Tim May

Mempertanyakan sesuatu hal pada hakekatnya sangat manusiawi

Pertanyaan kita adalah respon dari pengalaman hidup kita. Mereka adalah hasil dari hidup di dunia yang secara terus menerus membingungkan dan juga menarik. Apa yang menjadi pertanyaanmu?

Ada kerendahan hati saat sedang bertanya. Pertanyaan yang jujur menunjukan sebuah keinginan untuk belajar dan yang lebih penting lagi, kerendahan hati diperlukan untuk memberi ruang untuk belajar.

Plato percaya bahwa perkataan terpenting yang pernah dikatakan gurunya, Socrates adalah, “Kehidupan yang tidak teruji, adalah kehidupan yang tidak layak untuk dijalani’. Mempertanyakan sesuatu hal pada hakekatnya sangat manusiawi dan merupakan sesuatu yang mendasar untuk dialami manusia.

Tentu saja,masih banyak lagi yang bisa disampaikan untuk memastikan. Seperti seorang dokter di tengah-tengah operasi atau seorang pilot menghadapi badai, keyakinan dan kepercayaan diri sangat berharga. Tetapi bagaimana jika pertanyaan anda tidak dapat dijawab di ruang kelas? Atau tidak dapat diselesaikan dengan rumus persamaan?

Pertanyaan-pertanyaan yang mendominasi pengalaman saya berlalu dengan cepat melampaui material pertanyaan. Mereka membutuhkan lebih dari sekedar gambaran tentang kualitas kalium atau struktur molekul daun, untuk dapat memberi jawaban yang berarti.

Saya bertanya, beragam pertanyaan. Saya khawatir akan masa depan. Saya bertanya-tanya apakah salju yang mencair akan menenggelamkan Bangladesh. Saya bertanya apakah teknologi membuat kemanusiawian kita lebih atau berkurang. Saya bertanya mengapa saya terkadang masih mengalami kesedihan, dan mengapa saya menyakiti orang yang saya kasihi. Saya mencoba dan mencari tahu mengapa saya dilahirkan dengan keistimewaan dan lainnya dalam kesengsaraan dan penderitaan yang mendalam. Mengapa saya takut akan laba-laba? Akankah saya terkena kanker? Akankah saya menjadi gemuk ketika saya tua nanti? Apakah pencapaian saya cukup? Mengapa saya berada disini?

Pertanyaan yang terdalam dan paling tulus adalah dibangun dari pengalaman-pengalaman yang paling mempengaruhi kita. Seperti gedung pencakar langit di cakrawala yang mereka bangun. Pertanyaan tentang cinta dan ketakutan, kesengsaraan dan tujuan, membayangi kehidupan kita, tapi terkadang sepertinya itu terlalu besar untuk dihadapi dan kita tersesat dan melihat kebawah kaki kita dan bertanya pertanyaan remeh tentang retak di lantai aspal.

Kita harus berani dalam susunan pertanyaan kita

Kita harus berani dalam susunan pertanyaan kita dan berapi-api dalam merancangnya. Mengapa puas dengan pertanyaan remeh ketika, kita memiliki keberanian, gedung pencakar langit (hal yang besar) menanti kita. 

Kehidupan Yesus menjadi magnet bagi banyak pertanyaan lebih dari 2000 tahun. Bagaimana bisa seorang tukang kayu di hukum oleh pemerintahan Romawi menjadi orang yang paling terkenal dalam sejarah? Bahkan, apakah Yesus benar-benar nyata secara sejarah? Bagaimana Tuhan bisa menjadi manusia? Bagaimana ini bisa bermakna bagi hidup saya?

Tercatat di Alkitab tentang kehidupan Yesus yang dipenuhi dengan contoh-contoh dari orang-orang mengajukan pertanyaan kepada-Nya, seringkali dengan nada yang menuduh, dan biasanya Dia meresponinya dengan pertanyaan lain. Suatu hari Yesus bertanya pertanyaan ini kepada murid-murid-Nya: ‘Menurutmu siapakah Aku ini?’

Tim May adalah Pimpinan Alpha Inggris. Temukan dia di twitter: @TGMAY.

Fotografi oleh Alex Douglas

Find an Alpha near you

Try Alpha

Find out more about Alpha

Learn more

Related